Taman Kota Harus Dijaga dan Dilestarikan

0
190
Taman Kota Harus Dijaga dan Dilestarikan | Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak | DLH.LebakKab.Go.Id
Taman Kota Harus Dijaga dan Dilestarikan | Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak | DLH.LebakKab.Go.Id

kabar-banten.com | LEBAK, (KB).- Sebagian besar warga Rangkasbitung sepertinya kurang peduli untuk turut melestarikan taman kota yang sengaja dibangun Pemkab untuk mempercantik wilayah Ibu Kota Kabupaten Lebak tersebut. Hal itu terbukti, karena hampir setiap hari ada tanaman yang dirusak maupun ada pot maupun dinding yang sengaja dicoreti menggunakan spidol maupun cat pilox. Akibat kondisi tersebut, pihak Dinas Lingkungan (DLH) Lebak, harus ekstra melakukan pemeliharannya agar taman kota yang dibangun sejak tahun 2016 lalu tidak mengalami kerusakan dan tetap hijau.

Kepala DLH Lebak, Nana Sunjana kepada Kabar Banten membenarkan, jika sebagian besar warga Rangkasbitung dinilai kurang memiliki perhatian untuk turut melestarikan taman kota disejumlah lokasi. Oleh karena itu, agar keberadaannya tidak mudah rusak dan kotor, maka hampir setiap hari pihaknya menerjunkan stafnya untuk melakukan pemeliharaannya.

”Harus diketahui, keberadaan taman kota ini dibangun untuk lebih mempercantik wajah Rangkasbitung serta diperuntukkan sebagai taman bermain keluarga. Namun jika keberadaannya tidak turut dilestarikan masyarakat, maka taman kota tersebut akan mudah rusak,” ujar Nana Sunjana, Ahad (25/3/2018).

Ditambahkan, beberapa tahun lalu, sebelum taman kota dibangun Pemkab, wajah Rangkasbitung seperti gersang dan panas. Namun kini setelah taman kota dibangun, maka dampak perubahan terhadap wajah Kota Rangkasbitung semakin positif. ”Masyarakat pasti bisa menilai wajah Rangkasbitung sekarang dan Rangkasbitung sebelumnya. Mengingat perubahannya sangat positif, maka kami minta bantuan masyarakat untuk turut melestarikan taman kota yang ada sekarang,” tuturnya.

Sekretaris DLH Lebak, Ade Kurnia menambahkan, jika masyarakat Rangkasbitung menyadari untuk melestarikan taman kota, maka pihaknya merasa terbantu. Apalagi jika masyarakat turut mencegah adanya perusakan terhadap tanaman atau mengotori fasilitas yang ada di taman tersebut oleh oknum masyarakat, maka hal itu sangat lebih baik. ”Intinya mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan taman kota di Rangkasbitung,” kata Ade Kurnia. (Lugay/Job)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here