Optimalkan Program Pengelolaan Persampahan dan Perlindungan Lingkungan Hidup Mendukung Destinasi Wisata

0
145

RANGKASBITUNG – Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak berperan aktif mendukung Visi Bupati Lebak Tahun 2019 – 2024, menjadikan Lebak Sebagai Destinasi Wisata Unggulan Nasional Berbasis Potensi Lokal serta bekerja optimal mewujudkan Misi ke-empat yaitu Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup.

            Pengembangan pariwisata di Kabupaten Lebak tidak lepas dilakukan melalui dukungan lintas sektoral dengan menyatukan berbagai kegiatan OPD guna terpenuhinya sumber daya manusia, produk wisata, pusat pemasaran dan aksesibilitas wisata. Hal yang menyangkut aksesibilitas adalah terpenuhinya fasilitas pendukung wisata seperti jalan, jembatan, sarana air bersih, sarana kebersihan dan terpeliharanya kelestarian lingkungan alam.

            Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak terus berkomitmen untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan diimplementasikan dengan kegiatan pemenuhan sarana prasarana persampahan seperti bak container sampah, pembangunan TPS 3R, tempat sampah terpilah 5 (lima) kategori (organik, non organik, sampah kertas, sampah residu dan sampah B3), pencacah plastik dan cator pengangkut sampah. Pengelolaan sampah bukan hanya domain pemerintah daerah tapi harus didukung oleh masyarakat. Peningkatan kesadaran masyarakat untuk sama-sama ikut mengolah sampah menjadi kontribusi yang besar mengurangi volume sampah terlebih lagi sampah plastik dan sampah lainnya yang sulit terurai. Sebagai bentuk keberhasilan dalan pengelolaan sampah, pada Tahun 2019 Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak menerima Penghargaan Piala Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, dimana sebelumnya selama 4 (empat) tahun hanya menerima Piagam Adipura.

            Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, Ir. Nana Sunjana, M.Si mengatakan volume sampah yang ada di Kabupaten Lebak tiap tahun bertambah khususnya penggunaan sampah plastik. Oleh karena itu menurut Kadis DLH Lebak partisipasi aktif masyarakat dan dunia usaha harus ditingkatkan. Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak bersama dengan DPRD Kabupaten Lebak telah menerbitkan Peraturan Daerah Kabupaten Lebak Nomor 4 Tahun   2018 tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Bupati Lebak Nomor 30 Tahun 2018 tentang Kebijakan dan Strategi Daerah Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, selain daripada itu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak terus mendukung berdirinya Tempat Pengelolaan Sampah Reuse Reduce dan Recycle (TPS 3R) dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di tiap wilayah kecamatan. Terpisah Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Iwan Sutikno, SKM.,MA. menjelaskan Tahun 2019 ini diselenggarakan lomba desa peduli lingkungan yang bertujuan untuk merealisasikan lebih banyak lagi desa-desa yang peduli akan lingkungan. Desa diajak untuk dapat secara mandiri mengalokasikan anggaran desa untuk pengelolaan sampah, pembentukan bank sampah dan menyediakan sarana prasarana persampahan di desa masing-masing.

Dinas Lingkungan Hidup Lebak pun mendorong ketersediaan sarana prasarana pengelolaan sampah di Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) Kabupaten Lebak seperti penyediaan tempat sampah terpilah 5 (lima) kategori, pembangunan TPST dan TPS 3R juga pembentukan bank sampah. Dengan terpenuhinya sarana prasarana akan menciptakan destinasi wisata yang bersih, indah dan nyaman bagi para wisatawan.  Kegiatan lain yang juga penting adalah dilakukannnya edukasi kepada masyarakat yang berkunjung ke destinasi wisata untuk tidak membuang sampah sembarangan. Menyadarkan wisatawan untuk membuang sampah pada tempat-tempat yang telah disediakan.

            Alam sebagai obyek wisata yang dikunjungi harus terus dijaga kelestariannya agar tidak rusak dan tetap terjaga keseimbangan ekosistem, pemanfaatan hutan, sungai dan laut. Wisatawan tidak boleh merusak dan mengganggu fungsi lingkungan hidup yang ada. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak melakukan upaya pemantauan lingkungan dan ikut serta membantu upaya pemulihan lingkungan yang dilakukan secara sinergitas dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI juga dengan Pemerintah Provinsi Banten. Melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Citarum Ciliwung KLHK RI dan Balai Proteksi Perbenihan Tanaman Kehutanan DLHK Provinsi Banten ditargetkan pada Tahun 2019 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak melakukan penanaman bibit pohon untuk merehabilitasi lahan kritis dengan luas ± 22 Ha yang tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten Lebak.

            Kegiatan pemantauan dan pengawasan terhadap aktivitas usaha pertambangan dan industry terus dilakukan agar tidak mencemari air, sungai, tanah dan udara. Dalam tiap tahunnya ditargetkan 40 (empat puluh) perusahaan taat akan peraturan dan tidak melakukan pencemaran lingkungan. Kinerja perusahaan-perusahaan dalam melakukan pengelolaan lingkungan dinilai dan dievaluasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak melalui Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER).

            Kabupaten Lebak sebagai daerah konservasi alam di Provinsi Banten sudah kita jaga dan pelihara yang memberi kemanfaatan dan kemakmuran sebesar-besarnya bagi masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here