Mitigasi Perubahan Iklim, DLH Lebak Mengikut Gelar Penanaman Mangrove Masif
bro admin | 19 Januari 2026 | Dibaca 63 kali

LEBAK, BANTEN – Isu perubahan iklim yang kian mendesak direspons dengan aksi nyata oleh para penggiat lingkungan di Provinsi Banten. Komunitas Peduli Pantai dan Laut (KPPL) Banten Selatan secara resmi mengumumkan rencana aksi lingkungan besar-besaran bertajuk "Penanaman Mangrove Untuk Mitigasi Perubahan Iklim" yang akan digelar pada Sabtu, 22 November 2025 mendatang.


Kegiatan yang dipusatkan di Kawasan Konservasi Mangrove Situregen, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak ini bukan sekadar agenda rutin. Aksi ini merupakan implementasi dari program Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan (Small Grant) Periode Ke-tiga, sebuah inisiatif yang dirancang untuk memperkuat daya tahan ekosistem pesisir terhadap ancaman abrasi dan kenaikan permukaan air laut.

Restorasi Berbasis Masyarakat

Ketua Kelompok KPPL Banten Selatan, Irfan Budiono, yang juga merupakan peraih penghargaan Pemuda Pelopor Desa Nasional 2025 Bidang Lingkungan, menegaskan bahwa penanaman ini adalah upaya investasi masa depan.

"Mangrove adalah benteng alami kita. Di tengah ancaman krisis iklim, kita tidak bisa hanya diam. Melalui dukungan program Small Grant ini, kami ingin memastikan pesisir Lebak Selatan tetap terjaga, produktif, dan mampu melindungi pemukiman warga dari potensi bencana laut," ujar Irfan dalam keterangannya.

Sinergi Lintas Sektor: Dari Pemerintah hingga Pelajar

Keunikan dari aksi kali ini terletak pada luasnya jangkauan kolaborasi. KPPL Banten Selatan mengundang sedikitnya 25 elemen pemangku kepentingan untuk turun ke lumpur dan menanam bersama.


Beberapa nama besar yang dikonfirmasi masuk dalam daftar undangan antara lain Project Director FOLU NC 2&3 serta Direktur Utama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Kehadiran lembaga tingkat nasional ini menunjukkan bahwa gerakan lokal di Lebak memiliki urgensi yang diakui secara luas.

Selain itu, unsur pemerintah daerah seperti Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten, Dinas Lingkungan Hidup, hingga Ketua PKK Kabupaten Lebak, Ny. Belia Hasbi Asyidiki Jayabaya, turut dijadwalkan hadir untuk memberikan dukungan moral dan edukasi bagi para peserta.


Edukasi Sebagai Pilar Konservasi

Acara tidak hanya berhenti pada aktivitas fisik menanam bibit. Panitia telah menyusun agenda edukasi yang komprehensif untuk memastikan para peserta—terutama dari kalangan pelajar SMAN, SMKN, MAN, dan sekolah menengah lainnya di wilayah Cihara, Panggarangan, dan Bayah—memahami esensi dari apa yang mereka tanam.

Sesi sosialisasi bertajuk "Peran Pemuda Dalam Upaya Pelestarian Lingkungan" akan menjadi sesi kunci untuk menumbuhkan rasa kepemilikan generasi muda terhadap lingkungan mereka.

Komunitas Peduli Pantai dan Laut (KPPL) Banten Selatan adalah organisasi yang bergerak di bidang Education, Mitigation, Conservation, dan Tourism. Bersekretariat di Desa Karangkamulyan, Cihara, komunitas ini terus konsisten menjadi motor penggerak pelestarian alam di sepanjang garis pantai Banten Selatan.

BAGIKAN :